Kita dapat membuat suasana foto menjadi hangat atau dingin dengan mengunakan warna. Warna kuning, orange, merah tergolong warna hangat, sebaliknya warna dingin terdiri dari warna biru dan hijau. Saat tur fotografi di Pangalengan, Jawa Barat, sore-sore harinya turun kabut yang tebal. Saat yang menyebalkan karena pemandangannya jadi tidak ada yang tampak jelas, tapi juga membuat ide baru yaitu membuat suasana yang agak misterius dan dingin.

Sebenarnya, secara alami hasil foto sudah terlihat dingin dan misterius karena unsur warna hijau, tapi bisa dibuat lebih dingin lagi dengan menambahkan warna biru. Saya mengubahnya saat olah foto via Lightroom.

Untuk menambahkan warna biru, saya mengatur White Balance ke 3000K (saya bisa mengubah temperatur WB karena saya memotret dengan format RAW) dan kemudian mengaktifkan split toning yang warna highlight (bagian terang) dan shadow (bagian gelap) saya set warna biru kemudian menaikkan saturasinya dengan hati-hati.

Oke, bagaimana kalau tidak memiliki software dan tidak punya waktu untuk mengolah foto. Cara yang paling mendekati adalah set WB ke simbol gambar lampu bohlam (tungsten/incandescent) dan di bagian picture control/picture style, ubahlah setting color tone ke arah +4. Semakin positif nilainya, semakin dominan warna hijau (dingin).

Sip, tidak sampai lima menit tapi suasana foto yang saya inginkan dapat tercapai.

Foto kiri adalah foto aslinya, eksposurnya agak gelap karena lupa meningkatkan kompensasi eksposur ke +1 atau membuat foto lebih terang. Kabut tebal yang reflektif mengecoh metering kamera.

Masuknya figur orang yang kecil memberikan kesan skala pada foto ini. Yang sebelah kiri terlihat sejuk dan dingin, setelah diolah, menjadi lebih dingin lagi dan agak seram.

Split Toning